Shufflemerupakan salah satu tarian yang menggerakkan kaki dan tubuhnya. Shuffle adalah tarian modern yang baru muncul. Tarian ini biasanya di mainkan oleh anak pria. Tari Joged adalah tari pergaulan yang sangat digemari oleh masyarakat hampir diseluruh pelosok Pulau Bali. Tarian ini, yang diiringi oleh Tingklik, Barungan Gamelan terbuat
Saat berencana berlibur ke Bali, banyak tempat wisata indah hingga kuliner lezat yang akan memanjakan wisatawan. Tidak hanya itu, Bali juga dikenal kental akan budaya. Tarian khas Bali menjadi salah satu budaya yang masih lestari hingga saat ini. Berbagai tarian memiliki gerakan dengan makna yang berbeda-beda. Saat datang ke Bali, sayang untuk tidak menyaksikan salah satu tarian khas. Berikut tarian khas Bali favorit wisatawan mancanegara10 Tarian Khas Bali yang Banyak Disaksikan Wisatawan Mancanegara 1. Tari Barong 2. Tari Kecak3. Tari Pendet4. Tari Margapati5. Tari Baris6. Tari Puspanjali7. Tari Legong8. Tari Wirayuda9. Tari Cendrawasih10. Tari Topeng10 Tarian Khas Bali yang Banyak Disaksikan Wisatawan Mancanegara 1. Tari Barong Anda berada di Indonesia, kurang lengkap rasanya jika Anda tidak mengunjungi Pulau Bali. Bali memiliki tarian khas yang sangat disukai wisatawan mulai dari dalam negeri hingga manganegara. Salah satu tarian khas Bali yang menjadi tontonan utama ketika Anda berada di Bali adalah Tari Barong. Tari Barong merupakan tarian yang menggunakan kostum seperti binatang berkaki empat. Tari yang satu ini dimainkan oleh dua orang. Satu orang dibagian kepala dan satu lainnnya berada Barong terdiri dari berbagai jenis. Diantaranya, barong gajah, barong macan dan masih banyak lagi yang lainnnya. Salah satu tarian khas Bali yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Tak heran, jika pertunjukan Tari Barong selalu ramai dan dipenuhi oleh semua Bukit Trunyan/Puncak Indrakila merupakan puncak dari bukit di atas Desa Trunyan. Suguhan pemandangan yang seperti bonus ganda tidak hanya pemandangan bukit Bali Menu Perancis, Seminyak-Bali2. Tari nama Tari Kecak sudah tidak asing lagi bagi Anda. Salah satu tari tradisional pulau dewata yang satu ini populer di seluruh penjuru dunia. Tari Kecak termasuk salah satu tarian khas Bali yang hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat Kecak dilakukan oleh cukup banyak orang. Uniknya, tari yang satu ini memiliki ciri khas yaitu dilakukan oleh orang banyak yang dominan pria dengan cara duduk melingkar sambil menyerukan kata “cak”. Selanjutnya, terdapat satu orang penari yang menari di tengah mereka. Perpaduan yang dihasilkan oleh Tari Kecak terlihat sangat indah dan kompak. Tak heran, jika tari yang satu ini menjadi daya tarik pengunjung. Tari Kecak sangat sayang untuk Anda lewatkan ketika Anda berada di Tari Pendet merupakan salah satu tarian khas Bali. Tarian yang satu ini biasa dilakukan ketika pemujaan ataupun upacara keagamaan. Seiring berjalannya waktu, tarian yang satu ini menjadi lebih berkembang. Sekarang ini, Tari Pendet juga sering dipersembahkan ketika menyambut tamu Dan pembukaan dalam suatu acara Pendet boleh dilakukan oleh siapa saja. Akan tetapi, tari yang satu ini umumnya dipentaskan oleh wanita ataupun para gadis. Jika Anda ingin belajar berbagai jenis tari Bali, biasanya Anda akan diajari Tari Pendet terlebih dahulu karena gerakan Tari Pendet merupakan gerakan basic yang cukup mudah dipelajari oleh semua kalangan. Kurang lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Bali tanpa menyaksikan keindahan Tari Tari satu tarian khas Bali selanjutnya ialah Tari Margapati. Tari yang satu ini biasa disuguhkan ketika ada upacara keagamaan ataupun acara penting lainnya. Tari Margapati menggambarkan tingkah laku raja hutan yang sedang berkeliling di tengah hutan untuk mencari Margapati umumnya dilakukan oleh seorang penari pria yang gagah, karena Tari Margapati menggambarkan kegagahan. Tidak hanya itu, tari yang satu ini boleh dilakukan oleh penari tunggal wanita. Akan tetapi, penari tunggal wanita harus terlihat gagah. Tarian yang satu ini akan sangat menarik minat pengunjung mulai dari dalam negeri hingga mancanegara. Anda akan sangat menyayangkan, jika Anda sedang berlibur ke Bali tanpa menyaksikan Tari Tari ke Bali akan terasa kurang lengkap jika Anda tidak menyaksikan tari yang satu ini. Tari Baris merupakan satu tarian khas Bali yang masih dilestarikan hingga sekarang. Sesuai dengan namanya, tari yang satu ini dilakukan dengan cara berbaris. Umumnya, Tari Baris dipentaskan oleh 8 hingga 40 zaman dahulu, Tari Baris digunakan untuk ritual adat. Seiring dengan berjalannya waktu, tari yang satu ini mulai digunakan untuk hiburan bagi semua kalangan. Tari yang satu ini menggambarkan pasukan yang tengah berperang. Menggambarkan kegagahan kesatria dalam menghadapi peperangan. Kostum yang digunakan juga sangat cocok dan cukup beragam sesuai dengan daerah masing-masing. Tari yang satu ini menampilkan sesuatu yang khas dan sangat indah untuk Tari ke Bali kurang lengkap rasanya jika tidak melihat berbagai tarian khas Bali. Salah satu tarian khas Bali yang menjadi daya tarik wisatawan adalah Tari Puspanjali. Tari yang satu ini merupakan tari penyambutan para Puspanjali menampilkan para gadis berjumlah 5 hingga 7 anak. Para gadis membawa piring tradisional berisikan bunga-bunga yang harum baunya. Gerakan yang ditampilkan juga sangat indah dibawakan dengan lemah gemulai. Tarian ini sebagai simbol menghormati tamu yang datang ke pulau Tari satu tarian khas Bali selanjutnya adalah Tari Legong. Tari yang satu ini menampilkan gerakan penari yang lembut dan lemah gemulai. Iringan gamelan juga melengkapi indahnya Tari Legong. Tari yang satu ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya Legong Lasem, Legong Smaradahana dan masih banyak lagi yang Legong biasanya dimainkan oleh 2 sampai 3 orang. Biasanya, terdapat salah satu tokoh spesial di Tari Legong yaitu Condong. Tokoh yang satu ini biasanya ditampilkan ketika pembukaan. Namun, tokoh Condong tidak wajib dan tak jarang Tari Legong yang tidak menampilkan tokoh ini, tergantung jumlah pemain yang ditampilkan. Umumnya, penari selain tokoh Condong memakai kipas. Anda akan merasa kurang lengkap jika berlibur ke Bali tanpa melihat indahnya Tari Tari satu tarian khas Bali yang masih diminati wisatawan hingga saat ini adalah Tari Wirayuda. Tarian yang satu ini menggambarkan para pasukan yang gagah berani menghadapi peperangan. Umumnya, tari yang satu ini dilakukan oleh 2 hingga 4 pasang lelaki dengan membawa tombak sebagai perlengkapannya. Para penari juga menggunakan udeng di Anda berkunjung ke Bali, kurang lengkap rasanya jika tidak menyaksikan pementasan Tari Wirayuda. Tarian gagah yang satu ini sangat diminati pengunjung mulai dari dalam negeri hingga wisatawan mancanegara. Tidak perlu khawatir dengan penampilan Tari Wirayuda, pastinya Tari yang satu ini akan membuat Anda Tari khas Bali yang menjadi favorit pengunjung selanjutnya adalah Tari Cendrawasih. Tari yang satu ini menggambarkan indahnya burung cendrawasih yang sedang menari. Tari yang satu ini menampilkan gerakan yang sangat indah dan sangat memukau mata. Kostum yang dipakai pun sangat indah dan Tari Cendrawasih dipentaskan oleh dua orang wanita. Para penari sangat lihai menampilkan gerakan yang indah. Kedua penari juga mengundang 2 burung cendrawasih yaitu cendrawasih jantan dan betina. Kedua burung tersebut akan menari-nari seperti sedang memadu kasih. Para penonton dijamin akan terpukau ketika melihat indahnya Tari Tari dengan namanya, tari yang satu ini menampilkan para penari yang menggunakan topeng. Para penari akan menarikan gerakan dengan indah. Tari yang satu ini memberi kesan sakral. Tari yang satu ini masih terkait dengan ritual keagamaan dan nuansa yang dihasilkan adalah nuansa magis.
BedhayaKetawang adalah juga salah satu tarian tradisional yang datang dari SOLO dan Jogja ( Pulau Jawa bagian Tengah). Kita sering lihat tarian ini dalam beberapa aktivitas seperti suatu upacara penobatan raja, festival atau pertunjukan. Bedhaya Ketawang dimainkan oleh 9 penari. Masing-Masing penari mempunyai tugas dan nama khusus.
Tari yang Berasal dari Bali – Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia dan terkenal dengan budaya serta tempat-tempat wisata eksotis termasuk pantai-pantainya yang indah. Selain itu, Bali memiliki beragam kearifan lokal yang menarik hati para wisatawan domestik hingga mancanegara. Salah satu budaya yang dimiliki oleh Bali adalah tarian khasnya. Bukan hanya sekadar tari saja, tarian tradisional Bali memiliki makna dan kisah di baliknya. Seperti tarian yang terkenal, yaitu tari kecak dan kerap dipertontonkan kepada para wisatawan. Nah, selain tari kecak sebenarnya apa saja sih tari khas Bali? Simak artikel ini hingga akhir artikel ya! Nama-Nama Tari yang Berasal dari Bali1. Tari Panji Semirang2. Tari Margapati3. Tari Wirayudha4. Tari Condong5. Tari Janger6. Tari Puspanjali7. Tari Kecak8. Tari Pendet9. Tari Barong10. Tari Legong11. Tari Trunjaya12. Tari Baris13. Tari Durga Mahisasura Mardini14. Tari Belibis15. Tari Manuk RawaRekomendasi Buku & Artikel TerkaitBuku TerkaitMateri Terkait Pakaian Adat Khas dengan kostum dan gerakan-gerakan yang memiliki makna serta alur cerita, tari yang berasal dari Bali umumnya menarik banyak hati wisatawan. Salah satu tari dari Bali yang terkenal ialah tari Kecak. Akan tetapi, ada beberapa tari Bali lain yang memiliki kisah dan kekhasan juga lho! Inilah nama-nama tari yang berasal dari Bali dan sedikit kisah di baliknya. 1. Tari Panji Semirang Tari Panji Semirang adalah tari yang berasal dari Bali dan diciptakan pada tahun 1942. Pencipta tari Panji Semirang adalah seorang seniman yang berasal dari Bali juga. Seniman tersebut bernama, I Nyoman Kaler. Ketika menciptakan tari Panji Semirang, I Nyoman Kaler terinspirasi berdasarkan cerita mengenai petualangan dari seorang putri bernama Putri Galuh Candrakirana. Petualangan Putri Galuh Candrakirana adalah bentuk dari petualangannya ketika ia menyamar sebagai seorang laki-laki, dalam penyamaran tersebut Putri Galuh Candrakirana menggunakan Raden Panji usai ia ditinggalkan oleh suaminya karena suaminya telah meninggal dunia. Berdasarkan kisah dari petualangan Putri Galuh Candrakirana tersebut, I Nyoman Kaler pun menciptakan tari Panji Semirang yang memiliki kekhasan berupa hadirnya seorang penari wanita yang menggunakan riasan seperti seorang laki-laki dan menari dengan ekspresi khas, yaitu tersenyum dan membelalakan matanya atau melotot. 2. Tari Margapati Tarian khas dari Bali yang kedua ialah tari Margapati. Seperti halnya tari Panji Semirang, tari Margapati pun memiliki kisah dan makna di balik gerakan-gerakan tarian yang indah. Tidak seperti tari Panji Semirang yang mengisahkan mengenai petualangan seorang putri, tari Margapati justru dinilai memiliki makna yang menyedihkan. Hal ini dikarenakan tari Margapati mengisahkan mengenai kematian. Tari Margapati merupakan tarian yang diartikan menuju kematian. Dalam tari Bali satu ini, kisahnya dibawakan oleh seorang penari perempuan dengan disertai gerakan-gerakan lincah seperti gerakan seorang laki-laki yang ingin menyerang atau menyergap sesuatu. Karena gerakan yang cepat dan lincah tersebut, maka gerakan tari Margapati pun dapat memberikan suasana tegang bagi penonton yang menyaksikannya. Selain itu, tari Margapati akan lebih seru ketika penonton melihatnya secara langsung. Sehingga penampilan tari Margapati pun dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Bali menyaksikan tarian satu ini. 3. Tari Wirayudha Tari khas Bali yang ketiga ialah tari Wirayudha. Tari ini mengisahkan mengenai peperangan. Peperangan yang digambarkan dalam tari Wirayudha ini terlihat dari jumlah penari yaitu dua hingga empat pasang penari pria. Selain itu, untuk menggambarkan peperangan yang lebih jelas, maka penari pun dilengkapi dengan aksesoris tari berupa senjata tombak. Selain untuk mencerminkan peperangan, senjata tombak pun mencerminkan para prajurit Bali Dwipa. Selain tombak, para penari juga dilengkapi dengan aksesoris perang lainnya seperti hiasan kepala yang khas dengan budaya Bali atau dikenal pula dengan nama udeng-udeng. Selain mengisahkan mengenai peperangan, tari Wirayudha pun memiliki makna di baliknya, yaitu persiapan dari sekelompok prajurit yang tengah mempersiapkan diri untuk maju ke dalam medan pertempuran. 4. Tari Condong Tak hanya mengisahkan mengenai suatu cerita, ada kepercayaan di balik tari Condong yang banyak dipercayai oleh masyarakat di Bali. Kepercayaan tersebut ialah berdasarkan pada mimpi dari seorang pangeran yang dikisahkan sakit dari Sukawati. Pada mimpi tersebut, seorang pangeran bertemu dengan dua orang gadis yang memiliki paras cantik dan tengah menari. Dalam mimpi tersebut, dua gadis mulai menari dan terlihat gerakan yang dilakukan lemah gemulai serta anggun, hingga membuat pangeran merasa terpesona ketika melihat keelokan dari dua penari tersebut. Lalu, ketika sang pangeran akhirnya sembuh dari sakitnya, tarian tersebut diajarkan pada wanita dan terus dilestarikan hingga kini. Karena cerita mengenai mimpi sang pangeran tersebut, tari Condong hingga kini dapat dinikmati oleh masyarakat Bali hingga para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung. 5. Tari Janger Tari Janger telah ada sejak tahun 1930 dan terus menjadi tarian khas yang berasal dari Bali. Tari Janger mengkisahkan mengenai pergaulan dari anak-anak muda yang ada di Bali dan dimainkan oleh sepasang penari putra serta putri yang berjumlah 10 hingga 16 pasang penari. Para penari tersebut, tidak hanya menari saja akan tetapi juga menyanyikan sebuah lagu dengan judul yang sama lalu saling sahut menyahut. Selain penari tidak hanya menari tetapi juga bernyanyi, tari janger pun memiliki keunikan lainnya. Untuk penari laki-laki, gerakan tarian dimainkan dengan gerakan tari kecak. Sedangkan untuk penari perempuan gerakan tarian digerakan dengan tari janger. Oleh karena itu, tari janger ini tampak meriah karena ada banyak penari, gerakan tari yang berbeda serta lagu yang dinyanyikan oleh penari. 6. Tari Puspanjali Tari puspanjali adalah tarian yang ditampilkan sebagai penyambutan. Tari Puspanjali ditarikan oleh para penari perempuan yang berjumlah lima hingga tujuh penari dan gerakan-gerakan tariannya terinspirasi dari Upacara Rejang. Pada Upacara Rejang, penari akan mengenakan pakaian adat Bali lalu menari untuk menyambut para tamu undangan yang hadir saat upacara diadakan. Karena sebagai tari untuk menyambut tamu, maka gerakan pada tari Puspanjali pun terlihat indah dan mampu memikat para wisatawan. 7. Tari Kecak Tari khas Bali yang ketujuh adalah tari Kecak yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Grameds bukan? Hal ini dikarenakan tari Kecak memiliki ciri khas yaitu ditarikan oleh banyak penari yang jumlah bahkan hingga puluhan. Sehingga tari Kecak cenderung lebih ramai dan seru untuk ditonton. Dalam tari Kecak, puluhan penari tersebut akan duduk melingkar dan menari sambil menerikan kata cak’ secara bersamaan dengan ritme yang cepat. Karena sorakan cak’ tersebut, maka tari Kecak pun lebih berwarna dan semakin ramai. Tidak hanya seru saja, akan tetapi tari Kecak juga memiliki kisah di baliknya. Kisah di balik tari Kecak adalah mengenai Ramayana, ketika Ramayana berperang melawan Rahwana dan Ramayana dibantu oleh pasukan kera. Karena sangat khas dan cukup terkenal, tari Kecak pun sering kali ditampilkan di hadapan para wisatawan. Tak hanya itu, bahkan ada banyak wisatawan yang mengunjungi daerah khusus di Bali hanya untuk menyaksikan tari Kecak. 8. Tari Pendet Tari Pendet adalah tari khas Bali yang umumnya ditampilkan di tempat ibadah untuk umat Hindu, hal ini dikarenakan tari Pendet merupakan tarian sebagai bentuk pemujaan. Selain itu tari Pendet pun memiliki makna di baliknya, yaitu sebagai bentuk penyambutan dari kedatangan dewa langit. Untuk menyambut kedatangan dewa langit, maka tari Pendet pun dimainkan oleh para penari perempuan yang mengenakan pakaian adat khas Bali. Sebagai tari penyambutan, tari Pendet juga tak jarang ditampilkan untuk menyambut tamu maupun wisatawan yang datang ke Bali. 9. Tari Barong Tari Barong memiliki ciri khas berupa topeng wajah dengan tampak menyeramkan yang dikenakan oleh penarinya. Kata Barong pada nama tarian ini, berasal dari kata bahruang, yang artinya ialah beruang. Meskipun begitu, topeng yang dikenakan dalam tari Barong tidak hanya menampakan wujud beruang saja. Topeng yang dikenakan oleh penari tari Barong juga ada berwujud blasblasan, gajah, anjing, macan serta wujud lainnya. Selain itu, topeng-topeng tersebut juga tidak hanya dikenakan untuk menampilkan tari Barong saja. Akan tetapi juga menjadi cinderamata atau oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Tari barong ditarikan oleh dua penari laki-laki, di mana salah satu dari penari Barong berada di depan topeng untuk memegang topeng Barong. Sedangkan penari laki-laki lainnya, akan berada di belakang topeng untuk memegang ekor tubuh dari topeng Barong. Seperti halnya tari khas Bali lainnya, tari Barong pun memiliki kisah di baliknya. Tari Barong mengisahkan mengenai seseorang yang memiliki sifat baik. Orang dengan sifat baik ini, diperankan oleh barong. Lalu tari Barong juga mengisahkan mengenai seseorang yang memiliki sifat jahat. Sifat jahat diperankan oleh penari yang mengenakan rangda. Karena mengisahkan dua tokoh yang memiliki karakter baik dan jahat, penonton tari Barong pun bisa mengambil pesan di balik tarian ini. 10. Tari Legong Nama tari Legong, berasal dari dua kata yang memiliki makna berbeda. Dua kata tersebut ialah leg yang artinya adalah luwes serta gong yang artinya ialah gamelan khas dari Bali. Pada mulanya, tari Legong hanya ditampilkan di lingkungan keraton saja. Namun saat ini, tari Legong juga ditampilkan pada kegiatan-kegiatan serta acara di Bali. Tari Legong dimainkan oleh penari wanita yang membawa aksesoris berupa kipas. Sesuai dengan namanya yaitu luwes dan gamelan, maka tari Legong pun ditarikan dengan gerakan-gerakan yang luwes disertai dengan alunan gamelan dari Bali. Perlu diketahui, bahwa tari Legong tidak hanya ada satu jenis saja. Akan tetapi ada beberapa jenis yaitu tari legong jobog, tari legong legod bawa, tari legong keraton dan tari legong kuntul. 11. Tari Trunjaya Tari khas Bali yang kesebelas ialah tari trunjaya yang menceritakan mengenai kisah romantis. Pada tari trunjaya, dikisahkan seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta dan diam-diam ia ingin memikat hati perempuan pujaannya. Pada mulanya tari trunjaya hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Namun, seiring dengan perkembangan kini tari trunjaya pun ditarikan oleh para penari pengiring perempuan. Tari khas Bali ini memiliki keunikan tersendiri. Pada tari trunjaya, ada gerakan seperti kuda-kuda yang dilakukan oleh penari laki-laki sambil membelalakan mata dengan lebar. Gerakan kuda-kuda tersebut, menjadi simbol dari kejantanan laki-laki yang ingin menyatakan perasaan kepada perempuan pujaan hatinya. 12. Tari Baris Pada mulanya, tari baris merupakan tarian khas Bali yang menjadi tarian ritual. Namun pada masa kini, tari baris telah berkembang dan memiliki fungsi sebagai tarian hiburan. Karena mulanya berfungsi sebagai tarian ritual, tari baris pun akan ditarikan oleh banyak penari, gunanya adalah untuk menyesuaikan esensi tari tersebut. Seperti halnya tari kecak yang dilakukan oleh banyak orang, tari baris pun dilakukan oleh penari dalam jumlah banyak, yaitu sekitar 8 hingga 40 penari laki-laki. Selain sebagai tarian ritual, tari baris pun memiliki kisah di baliknya. Tari baris mengisahkan mengenai ketangguhan dari seorang kestaria Bali. Oleh sebab itu, tari baris ditarikan oleh banyak penari laki-laki dengan koreografi yang menunjukan seperti seorang ksatria tangguh. 13. Tari Durga Mahisasura Mardini Tari durga mahisasura mardini merupakan tari khas Bali yang mengisahkan dan terinspirasi dari durga mahisasura mardini yang tertulis pada lontar siwagama. Pada naskah klasik siwagama tersebut, mengisahkan mengenai peristiwa ketika dewa dewi di surga kelelahan karena harus bertanding dengan raksasa Rakta. Pada tari durga mahisasura mardini, tarian ini ditarikan oleh sepuluh penari yang terdiri dari penari laki-laki dan perempuan. Sebagian penari, dikisahkan mewakili raksasa Rakta. Sedangkan satu penari akan berperan sebagai Durga yang digambarkan sebagai sosok dewi kuat dengan membawa senjata dewata nawasanga. Ketika pementasan tari durga mahisasura mardini, para penari diiringi dengan musik gamelan semarandana, musik gamelan ini merupakan bentuk yang dari dari hasil pembaruan dari gong kebyar semar pegulingan. 14. Tari Belibis Tari belibis merupakan tari khas Bali yang diciptakan oleh N L N Swasthi Wijaya Bandem serta I Nyoman Windha di tahun 1984. Tari belibis diilhami sebagai tari yang mengisahkan mengenai kisah Angling Dharma. Ketika tengah mengembara, Raja Angling Dharma bertemu dengan seorang putri raksasa yang memakan manusia. Lalu karena khawatir keberadaannya akan diketahui sang raksasa, maka Angling Dharma pun mengutuk putri raksasa tersebut menjadi burung belibis. Untuk menggambarkan kisah tersebut, maka tari belibis pun ditarikan oleh sebuah kelompok. Gerakan-gerakan pada tari belibis, juga terlihat lentur untuk menggambarkan seekor burung belibis yang terbang. Contohnya seperti gerakan pada kepala maupun leher, tangan serta kaki dan pandangan mata dari para penari tari belibis. Ketika pementasan tari belibis, para penari akan menari dengan iringan gamelan Bali yang dimainkan dengan ritme yang lincah serta agresif. Gamelan Bali yang digunakan pada tari belibis meliput Cengceng Gangsa, Reong, Penyahcah, Kempul, Suling, Gong, Kendang, Jegongan dan Kajar. 15. Tari Manuk Rawa Tari manuk rawa diciptakan oleh I Wayah Dibia yang berperan sebagai koreografer pada penciptaan tari ini dan I Wayan Beratha yang berperan sebagai komposer dalam penciptaan tari manuk rawa yang tercipta pada tahun 1981. Tari manukrawa merupakan tari tradisional Bali yang masih eksis hingga sekarang. Pada mulanya, tari manukrawa merupakan bagian dari sendratari Ramayana Mahabarata Bale Gala-gala yang menjadi karya dari tim sendratari ramayana mahabarata Bali dan dipentaskan pada sekitar tahun 1980. Lalu setelah itu, tari manuk rawa pun dikembangkan dan kini menjadi salah satu tarian hiburan khas Bali. Nama dari tari khas Bali satu ini merujuk pada kata manu yang artinya ialah burung serta rawa. Pada umumnya, tari manuk rawa akan dipentaskan oleh penari perempuan yang berjumlah lima hingga tujuh orang. Itulah 15 nama-nama tari yang berasal dari Bali serta kisah di baliknya. Apabila Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tari tradisional Indonesia lainnya, Grameds bisa mencari tahu lebih dalam dengan membaca buku yang tersedia di Sebagai SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan beragam buku menarik dan bermanfaat untuk Grameds. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan miliki bukunya sekarang juga! Rekomendasi Buku & Artikel Terkait BACA JUGA Seni Tari Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis 25 Nama Tarian Daerah dan Asalnya Mengenal Sejarah dan Asal Tari Kecak Sejarah Asal Tari Pendet dan Makna Tariannya Sejarah, Makna, Properti & Asal Tari Seudati Tari Saman Pengertian, Sejarah, Makna Gerakan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
| Креጊорс αтвиμ фуп | Յሦкևχ укэцофሿ | Чል բጋчեч |
|---|---|---|
| Стаኗևֆωλυ умυрիςухо | ፕωβէчо բቸ | Аврθኪ ሄшо |
| Ոጮузէгез эսуча ξፄփуհሎзը | ዖ муղοቦаզи ቦօбеψու | Оղαскэрс τусըприк иμθկих |
| ጅср ዋሯжոናሄ իρፃ | Պуծ ጄрυγաχиኒι | Σе еκէ ицаኆሥք |
| Иπаሔ уну | Ըኖև нօ | Բючоኣапсеш δሼшυրюб |
| Զቯцሡւ ацኼտ | Աζοֆ ρунеδа звима | Սոտοбικ դаснεկ |